JUALAN KERIPIK
JADI MILIARDER
DOSEN PENGAJAR
Dr. AGUS PURWOKO S.Hut, M.Si
DISUSUN
OLEH :
Muhdaril
Ahda 171201147
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATRA UTARA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
ucaokan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Easa karena telah memberikan karunianya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang pengusaha sukses yang
menginsfirasi banyak orang.
Dengan
adanya makalah ini penulis mengucaokan banyak terimah kasih kepada Bapak Dr.
Agus Purwoko, S.Hut, M.Si selaku dosen pengajar di mata kuliah kewirausahaan
yang telah membantu penulis untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis
menyadari masih banyak kesalahan dalam penulisan makalah ini, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran. Semoga makalah ini dapat menyalurkan ilmu dan
bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juli 2018
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Wirausaha
dapat juga adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup
mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia
bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. kewirausahaan adalah suatu
sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat
bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap
mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan
bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan
usahanya atau kiprahnya.
Ada
beberapa ciri-ciri yang harus dimiliki
oleh seorang wirausaha antara lain yaitu sebagai berikut:
1. Memiliki
daya kreasi
2. Berani
mengambil resiko
3. Memiliki
analisis yang tepat
4. Memiliki
semangat dan kemauan yang keras
5. Memiliki
jiwa pemimpin
Sedangkan adapun ciri-ciri untuk
kewirausahaan yang profisional dan handal yaitu sebagai berikut:
1. Yakin
pada produk yang dimiliki
2. Mengenal
banyak produknya
3. Tidak
berdebat dengan calon konsumen
4. Komunikatif
dan negosiasi ramah dalam pelayanasn
5. Santun,
jujur dan berani.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari
latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Prestasi
apa saja yang pernah diraih seprng wirausaha
2. Bagaimna
kiat-kiat menjadi seorang wirausaha
3. Apa
saja tantangan dan upaya dalam berwirausaha
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui kiat-kiat apa saja yang di perlukan dalam berwirausaha
2. Untuk
mengetahui prestasi yang pernah di raih oleh seorng pengusaha
3. Untuk
menegtahui bagaimna tantangan dan upaya dalam berwirausaha
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
Biografi
Singkat
Dengan semakin banyak wirausahawan di suatu negara, maka akan
meningkatkan daya saing negara tersebut. Hal tersebut disebabkan pertama,
sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan
penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka
lakukan. Dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka
akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal
ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar
benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif dan tidak menghancurkan
pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di
bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal
tersebut maka modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar
global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa
negara secara signifikan.
Penulis
mengambil contoh pelaku wirausaha yang sukses di usia muda yaitu Reza “Axl”
Nurhilman yang adalah Presiden dari Maicih. Reza “Axl” Nurhilman adalah anak
ketiga dari 3 bersaudara. Sejak kecil, beliau dibesarkan di Kota Cimahi bersama
orangtua angkatnya sampai duduk di bangku SMP. Reza yang dijuluki Presiden Maicih
ini tidak memiliki figur seorang ayah dan hanya ibu sebagai tulang punggung
keluarga untuk mecukupi kebutuhan 3 orang anaknya.
SMA adalah merupakan masa-masa bersejarah untuk Reza. Munculnya nama Axl yang
diawali karena kecintaannya terhadap vokalis Guns ‘n Roses dan proses pencarian
jati diri merupakan tahapan Reza dalam memasuki ‘kerasnya’ pergaulan, hingga
proses mengubah sikap menjadi sosok yang memiliki visi yang besar dan impian
yang tinggi. Di masa remaja nya dia berusaha mencoba mencari visi dan misi
dalam hidupnya, dengan mulai mencari nafkah sendiri, berusaha sendiri, lulus
dari SMA di tahun 2005 Reza mencoba berjualan barang elektronik, jualan pupuk,
4 tahun Reza menganggur dan kerjanya berjualan dan berjualan produk - produk
orang lain.
Hingga akhirnya dia menemukan bisnis yang tepat baginya yakni berjualan keripik singkong dengan bumbu khas nya yang pedas. Jadi dengan kehadiran bisnis keripik ini Reza pun tidak sempat melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah di perguruan tinggi, karena sudah begitu sibuk mengurus bisnis keripiknya yang setiap hari semakin berkembang. Proses perubahan 180 derajat ini menjadi titik jatuh bangunnya Reza selama empat tahun (2005-2009) untuk menuju impian dan kesuksesan yang diraihnya. Pada tahun 2010 usaha Reza melalui makanan kampung “Maicih” menjadi jalan yang diberikan atas jerih payah dan perjuangannya. Setahun setelahnya, impian-impian Reza mulai terwujud satu demi satu.
Hingga akhirnya dia menemukan bisnis yang tepat baginya yakni berjualan keripik singkong dengan bumbu khas nya yang pedas. Jadi dengan kehadiran bisnis keripik ini Reza pun tidak sempat melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah di perguruan tinggi, karena sudah begitu sibuk mengurus bisnis keripiknya yang setiap hari semakin berkembang. Proses perubahan 180 derajat ini menjadi titik jatuh bangunnya Reza selama empat tahun (2005-2009) untuk menuju impian dan kesuksesan yang diraihnya. Pada tahun 2010 usaha Reza melalui makanan kampung “Maicih” menjadi jalan yang diberikan atas jerih payah dan perjuangannya. Setahun setelahnya, impian-impian Reza mulai terwujud satu demi satu.
1.2 Prestasi yang Diraih
Berbagai
penghargaan Reza dapat dari berbagai institusi atas pencapaian pemuda berusia
26 tahun ini. Hingga sekarang, Reza sibuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk
menginspirasi anak-anak muda dan mencetak jutawan-jutawan baru dalam meraih
impian demi orang-orang yang dikasihi dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu,
Reza pun kerap tampil sebagai pembicara di berbagai kampus di Jakarta dan Jawa
Barat, menjadi wakil dari budaya lokal dalam acara-acara tertentu. Reza juga
belasan kali diliput atau jadi pembicara di media cetak (majalah dan koran)
maupun elektronik di sejumlah tv dan radio di tanah air.
Produk Maicih hasil kerja sama Reza (pemilik keripik
“MAICIH”) dan kawan-kawan bersama warga setempat. Penduduk di sebuah kampung di
Bandung, Jawa Barat, membuat kripik ini dibantu sejumlah orang. Ibu Ade,
ditunjuk Reza menjadi mitra produksi rumahan maicih. Mereka mencari cara
bagaimana mengemas jajaran kampung yang tradisional ini agar bisa naik kelas.
Berkat pemasaran yang dikemas secara professional dengan metode gentayangan
dimana pembeli yang mencari keripik, Ibu Ade merasakan perubahan yang
signifikan. Penjualan yang dahulu hanya 100 biji tapi setelah sekarang sudah
bermitra dengan maicih, sehari sekarang mencapai 2.000 per bungkus. Dalam
sebulan omzet yang dikantongi bisa mencapai Rp 800 juta sampai Rp 900 juta. Di
mana sehari saja, bisa mencapai keuntungan Rp 30 juta.
Saat ini,
selain terus membangun PT. Maicih Inti Sinergi dengan ekspansi usaha ke bidang
properti (Maicih Property), Reza pun membentuk AXLent Academy dengan tetap
menjalankan Icihers Magazine, dan terakhir adalah penerbitan buku Revolusi
Pedas yang dilaunching di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta pada tanggal
29 Juni 2012 yang lalu. Yang menarik dari selain dari segi pengemasan makanan
tradisional Jawa Barat tersebut, Reza Nurhilman menamai susunan manajerial
perusahaan Maicih dengan sebutan yang tidak lazim umumnya digunakan oleh
perusahaan umum lainnya. Yaitu penamaan ‘Menteri’ bagi masing-masing kepala
divisi yang membantu dalam perusahaannya serta penamaan ‘Jenderal’ untuk bagian
penjualan yang merupakan jenis penjualan langsung tanpa outlet.
1.3 Kiat-Kiat
Sukses dalam Berwirausaha ala Reza
Axl memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini yaitu
dengan media twitter dan Facebook. Axl sengaja membuatn produknya eksklusif
agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan
penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi
lokasi dimana para Jenderal ( agen ) maicih mangkal menjajakan dagangannya. Pemasaran
produk ini berbeda dengan kudapan unik kota Bandung lainnya. Calon pelanggan
hanya bisa mengetahui dimana Maicih gentayangan tiap harinya melalui situs
microblogging Twitter. Tiap hari @InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk
Maicih bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan
menjual produk Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor atau
tempat keramaian lainnya. Pendek kata, tak ada yang abadi sebagai tempat
membeli produk Maicih. Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara
pemasaran yang cukup unik ini terbukti mendongkrak nama Maicih di jagat
twitter. Banyak yang penasaran seperti apa produk Maicih gara-gara membaca
kicauan pengguna Twitter yang bersliweran tiap saat. Dan biasanya mereka
yang sudah merasakan kripik setan Maicih pastinya bakal tericih-icih alias
kepedasan.
Lalu, Axl mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM).
Salah satunya, dengan tingkat kepedasan keripik. “Keripik yang kami jajakan
memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Mulai dari level satu sampai lima, dan
langsung ke level 10 yang tingkat pedasnya paling tinggi,” lanjutnya. Walhasil,
dengan diferensiasi seperti itu, produk pun direspon positif oleh lingkar
kekerabatan Axl. Mereka pun tak segan-segan meng-endorse keripik Maicih lewat
kicauan mereka di akun twitter masing-masing. Dua bulan berjalan,
permintaan untuk level tiga dan lima melonjak tajam. Oleh karena itu, produksi
keripik pun lebih diperbanyak untuk dua level tersebut. Melihat efektivitas
kicauan teman-temannya di dunia maya, maka Axl pun memutuskan untuk fokus hanya
berkomunikasi lewat twitter @infomaicih, facebook #maicih, dan situs www.maicih.co.id.
Maicih tidak
mempunyai gerai fisik, sebgai gantinya Maicih punya sederet “jendral”—sebutan
untuk pasukan penjual atau reseller Maicih. Jendral tersebutlah yang bertugas
berkicau di akun twitter mereka masing-masing tentang lokasi-lokasi mana saja
yang bakal disambangi mobil yang membawa keripik Maicih untuk dijajakan. Dan,
tiap harinya lokasi yang disambangi berpindah-pindah, alias nomaden. Konsep
jualan nomaden itu rupanya justru menggelitik rasa penasaran sekaligus memicu
antusiasme konsumen. Dampaknya, tak sedikit anak-anak muda justru
menunggu-nunggu kicauan dari para jendral Maicih plus berharap lokasi kampus
atau rumah mereka bisa disambangi mobil Maicih. Melalui konsep nomaden itu,
urai Axl, “Kami ingin mencapai misi pertama kami, yaitu menciptakan
gengsi di dalam diri konsumen kalau bisa mengkonsumsi Maicih. Bahkan,
punya gengsi jika bisa menjadi icihers.” Itu artinya, jika belum tahu dan
mencoba Maicih, boleh dibilang mereka belum masuk kategori “bergaul”.
1.4 Tantangan
dan Upaya Mengatasinya
Orang-orang tidak percaya kalau produk ini enak, mungkin
karena masih dianggap remeh karena maicih dulunya merupakan jajanan kampung.
Walaupun begitu, axl selaku pemilik maicih menerapkan strategi dengan
menciptakan isu melalui mulut ke mulut. Hal ini dinilai lebih efektif dan
menciptakan rasa penasaran terkait produk tersebut. Selain itu, Axl juga giat
memanfaatkan sosial media seperti Twitter untuk menawarkan produknya secara
ekslusif, dan hanya bisa dipesan online.
Banyak juga yang bilang Maicih tidak sehat, Tidak higienis.
Padahal Maicih udah ada izin dari BPOM dan HALAL MUI. Selain itu, sulit banget
saat meyakinkan masyarakat kalau keripik itu makanan Indonesia. Kita harus
bangga dengan keripik yang selama ini harganya sangat murah. Padahal, keripik
itu bisa bersanding dengan produk internasional.
1.5 Kesimpulan
Sebenarnya
usaha itu tidak harus memiliki pendidikan yang bagus namun dengan usaha dan
pandainya kita memanfaatkan peluang dapat membuat kita menjadi pengusaha yang
sukses. Seperti penjual keripik yang menjadi miliarder, ia dapat seperti
sekarang ini karena kemauannya yang tingginuntuk berwirausaha dan dengan kerja
kerasnya ia dapat menjadi penjual kripik yang sukses. Walaupun kesuksesannya
tidak didapatkannya dengan mudahnya ada tantangan yang ia lewati, namun ia
yakin dan percaya usaha yang ia lakukan tidak dapat membohongi hasilnya
dinkemudian hari. Sehingga ia bisa sampai seperti ini menjadi pedagang keripik
yang dijuluki miliarder.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar